#disclaimer: Saya bukan ahli sepakbola. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai ulasan sepakbola agar tidak menjadi rancu.
That's it!
Saya bukanlah seorang yang hobi menonton pertandingan sepakbola. Dari satu musim, hampir tidak ada satu pun pertandingan liga yang saya tonton. Namun, jika ada kejuaraan antarnegara yang bergengsi saya menyempatkan diri untuk menonton. Mengapa demikian? Saya melihat bahwa pertandingan antar-tim nasional sangat menarik untuk ditonton. Para pemain turun dengan motivasi ekstra: nasionalisme. Mereka sejenak melepaskan diri dari gelimang materi klub-klub bergengsi. Lepas dari zona nyaman yang diberikan rekan-rekan bertalenta tinggi yang dibeli klub dengan harga tinggi pula. Asyik rasanya melihat para pemain timnas bermain dengan semangat juang bagai prajurit membela negara mereka di lapangan rumput.
Piala Eropa atau lebih populer disebut EURO (namanya sama dengan nama mata uang tunggal Uni Eropa) adalah kejuaraan sepakbola antarnegara di benua Eropa yang diselenggarakan oleh induk organisasi sepakbola Eropa (UEFA). Tahun 2016 ini EURO diselenggarakan di Perancis. Saya tertarik untuk membahas gelar juara EURO 2016 yang baru saja diraih Portugal dini hari tadi.
Portugal menjadi buah bibir karena kiprahnya yang tidak mengesankan di kejuaraan ini. Mereka tidak pernah menang dalam waktu normal (90 menit) sejak babak penyisihan hingga perempatfinal. Portugal baru menang dalam waktu normal saat jumpa Wales di semifinal (2-0). Rekam jejak ini membuat Portugal tidak diunggulkan saat menghadapi tuan rumah Perancis di babak final. Maklum, Perancis baru saja mengalahkan tim kuat Jerman 2-0 di babak semifinal. Materi pemain yang bagus dan status mereka sebagai tuan rumah membuat Perancis lebih diperhitungkan sebagai juara.
Jalannya pertandingan final sungguh menarik! Portugal awalnya lebih banyak menahan gempuran para pemain Perancis. Tuan rumah tampaknya akan terus mengurung Portugal dengan tempo permainan tinggi. Sampai ketika megabintang Portugal Cristiano Ronaldo ditubruk oleh Dimitri Payet hingga lututnya kepuntir (ouch!). Tak lama (sekitar menit ke 25), Ronaldo pun keluar lapangan dengan cucuran air mata. Kesempatannya untuk mempersembahkan gelar pertama bagi negaranya pun tampaknya sirna! Para penonton terdiam, permainan Portugal menjadi kehilangan gairah. Penonton di rumah pun tampaknya juga kehilangan gairah. Terbukti banyak teman saya yang tadinya mendukung Portugal menjadi diam di timeline. Bahkan beberapa ada yang memilih tidur saja. Kamu itu dukung Portugal atau Ronaldo e? #nohomo.
Sangkal putung do
Nyatanya Portugal mampu menahan imbang Perancis sampai babak pertama berakhir. Pada babak kedua, Portugal mulai bisa bangkit. Kehilangan sang megabintang di lapangan membuat semua anggota tim bekerja lebih keras. Portugal mampu membalas tekanan Perancis dengan serangan-serangan balik yang berbahaya. Meski masih kalah dalam penguasaan bola, para pemain Portugal tidak membiarkan Perancis memenangi laga. Ronaldo pun tak tinggal diam, dari pinggir lapangan dia membakar semangat rekan-rekannya.
Laga yang berlangsung sengit dan diwarnai banyak pelanggaran itu pun dihentikan pada waktu normal, masih tanpa gol dan pemenang. Lagi-lagi Portugal harus menjalani laga di babak waktu tambahan. Dengan kegigihan tinggi Portugal mampu memanfaatkan kondisi Perancis yang kelelahan karena terus menekan. Puncaknya adalah ketika pada babak kedua perpanjangan waktu (menit ke 109), Eder berhasil memanfaatkan longgarnya pertahanan Perancis. Tendangan keras dari jarak 20 meter pun tak sanggup dihadang Hugo Lloris. Para pemain dan fans Portugal histeris! Sisa waktu yang ada tak dapat membuat Perancis menggagalkan gelar juara Portugal! Selecao das Quinas pun dinobatkan sebagai kampiun sepakbola benua biru untuk pertama kalinya!
Beberapa pelajaran dapat kita petik dari kiprah Portugal kali ini:

Jangan risaukan pendapat orang
Kiprah Portugal sepanjang EURO 2016 tidaklah meyakinkan. Status favorit pun menjadi beban ketika performa tim tidak kunjung membaik. Kritik dan sinisme semakin banyak diarahkan kepada Portugal. Frustasi itu wajar, apalagi jika banyak orang berharap pada kita. Namun kita tidak perlu terlalu merisaukan pendapat orang jika hal itu tidak membawa kebaikan bagi kita. Terus berusaha memberikan yang terbaik adalah upaya kita untuk membungkam suara-suara miring! Jadikan kritik tersebut sebagai lecutan untuk lebih berprestasi!
Keluar dari zona nyaman
Ditariknya Cristiano Ronaldo pada menit ke 25 tak ayal membuat banyak orang terkejut dan patah hati. Betapa tidak, dia adalah ruh bagi setiap tim yang dibelanya. Terlebih bagi Portugal yang sangat bergantung kepada Ronaldo selama ini, sampai-sampai dijuluki Portunaldo. Sempat tertekan, Portugal akhirnya dapat bermain dengan baik. Kehilangan Ronaldo sebagai zona nyaman melecut semangat dan etos kerja tim untuk memberikan yang terbaik. Bahkan saya melihat ditariknya Ronaldo adalah titik balik bagi Portugal. Mereka bermain trengginas dan mencoba banyak strategi yang selama ini jarang dicoba karena terlalu Ronaldo-sentris. Tanpa mengurangi respek terhadap sang megabintang, terkadang ketika kita berada di luar zona nyaman, saat itulah kita diuji untuk melompati ekspekstasi.
Faktor B
Apa itu faktor B? Bejo! Portugal selama kejuaraan ini dianggap banyak mengalami keberuntungan. Dengan banyak hasil imbang, bermain hingga tambahan waktu bahkan adu penalti, tentu banyak yang beranggapan demikian. Bahkan banyak peluang Perancis di laga final pun gagal karena berbagai faktor, termasuk membentur tiang maupun mistar! Gol Eder pada menit 109 pun berbau bejo! Sunggu bejo! Apakah kita dapat bergantung pada faktor B ini? Tentu tidak! Bejo tidak datang dengan sendirinya dan tidak dapat diprediksi kehadirannya. Bejo adalah karunia yang harus diupayakan bukannya ditunggu. Bejo terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan!
Selamat untuk Portugal. Kalian telah membalikkan prediksi dan berhasil menjadi kampiun. Kalian telah membalik kutukan EURO 2004. Portugal kini adalah tim tak meyakinkan tapi juara dan Perancis adalah tuan rumah yang merana. 
Poster Captain America: Civil War versi AS yang premiere pada 6 Mei 2016
Apa yang terjadi jika sebuah hubungan mengalami keretakan? Jika hubungan tersebut adalah percintaan, jawab sendiri ya. Tapi jika hubungan itu adalah persatuan para pahlawan super, jawabannya adalah kehancuran! Captain America: Civil War menyajikan perpecahan antarpahlawan super yang tergabung dalam Avengers dengan segala pertempuran serunya.
Captain America: Civil War (CACW) merupakan film Captain America ketiga yang diproduksi oleh Marvel. Film superhero ini diluncurkan pada 27 April 2016 di Indonesia dan masih menjadi hits ketika tulisan ini dibuat. Film ini berhasil menarik banyak penonton di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya Yogyakarta, film ini berhasil menciptakan civil war alias perang saudara yang membelah penonton film dengan film nasional favorit Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC 2).


Walter White (kiri) dan Jesse Pinkman
Apa yang dilakukan seseorang jika dirinya didiagnosa dengan penyakit yang tampaknya begitu lekat dengan maut? Kanker misalnya. Terkejut, sedih, bingung, putus asa atau tegar dan tetap menjalani hidup seperti biasa? Banyak kisah para penderita kanker yang dapat kita simak. Banyak dari kisah itu yang inspiratif karena memuat perjuangan tak kenal lelah untuk bertahan dan berusaha menyintas kanker. Breaking Bad, sebuah serial televisi di jaringan AMC yang tayang dari tahun 2008-2013, berangkat dari kisah seorang penderita kanker. Serial ini tidak akan membawa kita terharu-biru atau membuncah harapan. Kisah yang disajikan oleh Vince Gilligan dalam Breaking Bad jauh dari premis yang biasa kita terima dari cerita seorang penderita kanker.

Gotham merupakan sebuah serial televisi (TV Series) bertema crime yang tayang di Fox. Serial ini diproduksi oleh Bruno Heller dan sekarang tengah tayang season kedua.
Gotham diangkat dari karakter komik terbitan DC, khususnya yang franchise Batman. Serial ini bercerita mengenai kota Gotham sebelum Batman muncul. Cerita dimulai pada peristiwa terbunuhnya Thomas dan Martha Wayne, orangtua Bruce Wayne dalam sebuah peristiwa yang sempat dilaporkan sebagai perampokan bersenjata. Peristiwa ini menjadi titik tolak cerita dalam serial ini secara keseluruhan.
Jika Anda mengharapkan aksi superhero dalam serial ini sebagaimana serial yang diangkat dari komik DC lain seperti Arrow atau The Flash, Anda akan kecewa. Sebab, serial ini lebih "manusiawi" dalam hampir semua aspek. Ini bukanlah kisah bagaimana Bruce Wayne (diperankan oleh aktor muda Ben Mazouz) bertransformasi menjadi Batman. Melainkan kisah munculnya para penjahat besar Gotham yang kelak menjadi musuh Batman. Karena ini adalah kisah Gotham yang gelap dan penuh kejahatan, maka wajar apabila tokoh sentral yang menonjol adalah seorang polisi bernama James Gordon (diperankan oleh Ben McKenzie). Polisi ini dikenal berani dan berpendirian teguh dalam menegakkan hukum. Gordon telah berjanji kepada Bruce untuk menemukan siapa pembunuh orangtuanya dan dalang di balik semua itu.

Perjuangan Gordon untuk menegakkan hukum di Gotham sangatlah berat. Penjahat besar, terutama kelompok mafia pimpinan Carmine Falcone (diperankan oleh John Doman), menguasai berbagai aspek di kota tersebut. Walikota, kongres, kehakiman, kejaksaan hingga kepolisian ada di bawah kendalinya. Perjuangan Gordon menegakkan hukum pun harus melalui cara-cara di luar hukum. Gordon harus bersikap pragmatis, berkawan dengan Oswald Cobblepot alias Penguin (diperankan oleh Robin Lord Taylor adalah salah satunya.
Season pertama lebih banyak bercerita mengenai persaingan antar kelompok mafia di Gotham, terutama antara kelompok Falcone dan Maroni. Intrik di dalam kelompok masing-masing juga tak kalah sengit, terutama antara Fish Mooney (diperankan oleh Jada Pinkett Smith) dan Penguin. Season pertama ditutup dengan munculnya Penguin sebagai penguasa dunia hitam Gotham setelah menyingkirkan lawan-lawannya.
Season kedua paruh pertama berpusat pada ambisi Theo Galavan (diperankan oleh James Frain) untuk menguasai Gotham dan membalaskan dendam kepada keluarga Wayne yang telah menyingkirkan keluarganya, Dumas, pada masa lampau. Paruh kedua bercerita tentang eksperimen rahasia Hugo Strange yang mengerikan di Arkham Asylum, tepatnya fasilitas bawah tanah Indian Hills yang dimiliki oleh Wayne Enterprises.
Season ketiga telah dicanangkan meski sempat dilanda rumor bahwa akan dibatalkan karena series ini dianggap tidak terlalu populer.
Banyak komentar miring mengenai series ini yang dianggap tidak otentik (tidak sesuai komik). Anggapan ini bisa jadi benar jika Anda adalah seorang pecinta komik Batman dan DC pada umumnya. Namun, kembali lagi pada premis awal bahwa ini adalah series yang kisahnya diangkat dari karakter komik terbitan DC. Bukan mentah-mentah menghidupkan komik DC menjadi sebuah serial televisi!
Saya bukanlah seorang pengikut kisah Batman di komik DC. Mungkin ini yang membuat saya lebih mudah menikmati serial ini daripada fans DC. Jika Anda terlanjur mengenal tokoh-tokoh yang ada di cerita ini, jangan buru-buru menghakimi serial ini buruk. Anggap ini sebuah kisah petualangan polisi menegakkan hukum di tengah rimba Gotham. Tenang, Anda tetap dapat menikmati kisah Bruce muda berjuang menguak tabir misteri seputar kematian orangtuanya. Tentu dengan menghadirkan banyak tokoh komik lain seperti Selina "Cat", (Poison) Ivy, Mr. Freeze, Riddle, Scarecrow, Harvey Dent dan masih banyak lagi.

Verdict Gotham
Pros

  • Pendekatan beda dalam mengisahkan tokoh komik DC
  • Penokohan yang kuat 
  • Cerita menarik dan mengalir
  • Morena Baccarin <3 

Cons

  • Lanskap terlalu gelap, penyakit DC pasca Trilogi Batman karya Nolan
  • Overexpectation dari fans DC
  • Tokoh protagonis kurang signifikan jumlahnya (ya iya ini crime series)

Disclaimer: 
Saya bukan penikmat komik, hanya sekadar mengomentari film. Semua komentar adalah pendapat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak mana pun. Saya tidak menyediakan link download untuk film dimaksud.

WARNING
!!! SPOILER ALERT !!!

Dua hal yang paling menarik dari film ini: Gal Gadot dan Tao Okamoto <3
Batman vs Superman: Dawn of Justice (selanjutnya disebut BvSDoJ) merupakan sebuah film terbaru di jajaran DC cinematic universe. Diluncurkan secara global pada tanggal 25 Maret 2016 kemarin. Saya berkesempatan menonton pada, katakanlah premiere-nya, pada hari tersebut (yey, anak tren...). Kesan pertama ketika hendak menonton film tersebut adalah: sepiii... mungkin karena jam siang dan hari Jumat ya. Mungkin juga publik belum ngeh dan tertarik untuk nonton film tersebut. 
Sebenarnya saya bukan orang yang suka nonton ke bioskop. Namun, tidak ada salahnya untuk hop in the hype train. Batman dan Superman merupakan tokoh-tokoh fiksi terkenal yang memiliki jutaan fans di seluruh dunia. Kemunculan film ini tentu ditunggu-tunggu publik, baik yang ngefans maupun hanya penasaran. 
BvSDoJ berkisah tentang perselisihan yang terjadi antara Batman dan Superman yang dilatarbelakangi perbedaan prinsip sebelum akhirnya (spoiler alert) bersahabat dan membentuk Justice League. 
Piye Bos, wis ketok gelut tenanan durung?
Bruce Wayne/Batman (diperankan oleh Ben Affleck) menganggap kehadiran Superman (diperankan oleh Henry Cavill) sebagai sebuah ancaman bagi umat manusia. Dengan kekuatannya yang superior, Superman dikhawatirkan dapat menghancurkan umat manusia. Apalagi setelah pertempuran sengitnya melawan Jenderal Zod yang meluluhlantakkan Metropolis. To be fair, akar permasalahan dan ide cerita secara lengkap dapat disimak dari trailer-trailer film ini. Monggo cek final trailer ini ...

Perselisihan prinsip ini dimanfaatkan oleh Lex Luthor (diperankan oleh Jesse Eisenberg, gondrong pekok-tapi sugih, teganya kau mengorbankan asistenmu, my japanese crush, Mbak Tao Okamoto, ) yang dengan lobi liciknya menguasai kryptonite dan reruntuhan kapal Jenderal Zod. Cerita selanjutnya bisa diringkas sebagai berikut: Batman dan Superman menyadari konspirasi Lex Luthor lalu bekerja sama. Lex menciptakan Doomsday dari jasad Zod, Batman, Superman dan ... Wonder Woman (mbak Gal Gadot, the only Israeli I fell in love with, so far). Doomsday dikalahkan, Lex dipenjara, digundul (akhirnya plontos juga seperti di komik). Ketiga superhero kita kemudian melacak meta-humans lain, thanks to risetnya Lex (berarti mereka telah melakukan plagiarisme!) ... which is Aquaman, The Flash dan Cyborg. 
Basuki, Wanti & Suparman

Buat Anda yang tidak ingin berpusing-pusing dengan berbagai cerita yang ada di film, jangan nonton! Karena bakal banyak sekali hal yang tampak dijejalkan untuk muat dalam 2 jam 13 menit durasi film. Kesan plot yang lemah dan dipaksakan ini membuat saya merasa kurang nyaman. Meski demikian, adegan aksi, CGI menawan dan musik gubahan Hans Zimmer menjadikan film ini tetap layak untuk dinikmati. 
Memang banyak komentar pedas mengenai film besutan sutradara Zack Snyder ini. Namun, kritik tersebut tampaknya tetap tidak menyurutkan para penonton. Kisah Batman melawan Superman saja sudah membuat banyak orang penasaran. Tokoh-tokoh tersebut sudah banyak dikenal publik lintas generasi. Tak heran apabila film ini termasuk sukses di box office dengan mengantongi ratusan juta dollar dalam pekan awal pemutarannya dan dikatakan fenomenal oleh Warner Bros.
Jika Anda penasaran dengan film ini, tontonlah mumpung masih hangat! Jangan terlalu pedulikan pendapat kritik tentang film ini. Karena sesungguhnya film diciptakan sebagai hiburan, untuk dinikmati. Mungkin film ini tidak se-epic yang diperkirakan, namun tetap keren kok. Lower your expectation, lol. 
This is not the movie we need, but the movie we deserve

Batman vs Superman: Dawn of Justice
Pros:


  • Batman & Superman franchise!
  • Bagian dari linimasa pembentukan Justice League
  • Gal Gadot & Tao Okamoto <3
    Mbak Gal Gadot
    Mbak Tao Okamoto
     
  • Musik oleh Hans Zimmer 
  • Cool fighting scene & CGI, as expected from 400 mil USD budget!

 Cons:

  • Annoying plot & storyline 
  • Too much story pieces for one movie
  • Our mothers both named "Martha", so we are buddies after all
  • That's not our Alfred!
  • Batman with guns... hmm... 
  • Adegan buka topeng Batman cuma dalam mimpi Bruce Wayne yang ketiduran di depan komputer, pfff
Seorang pria meloloskan bayi dari bawah kawat berduri di perbatasan Hongaria-Serbia, tepatnya di Röszke, Hongaria, 28 Agustus 2015. Foto berjudul "Hope for a new life" karya Warren Richardson ini memenangi anugerah World Press Photo untuk kategori Spot News, Singles.

Saat keadaan tak lagi sama, perubahan drastis datang dalam hidup kita. Semua yang kita ketahui, yang kita jalani, yang kita percayai dengan harapan akan masa depan, semua sirna. Saat itulah, terombang-ambing dalam ketidakpastian (uncertainty), kita dihadapkan kepada pilihan-pilihan sulit. Sebagian dari kita mungkin memilih untuk bertahan dengan semua konsekuensinya. Sebagian lagi memilih melanjutkan langkah menuju hal-hal baru di luar zona lama.
Sekiranya itulah yang mengantarkan jutaan orang melintasi perbatasan negara-negara. Selain menjadi pengungsi, sebagian dari mereka mengajukan diri sebagai pencari suaka di negara-negara asing yang menurut mereka dapat memberi harapan memulai hidup baru dengan layak.
Istilah pengungsi (refugee) dan pencari suaka (asylum seeker) seringkali rancu digunakan. Menurut Konvensi PBB Tahun 1951 mengenai Status Pengungsi, definisi pengungsi adalah seseorang yang merasa takut akan dianiaya untuk alasan seperti ras, agama, kebangsaan, keanggotaan daripada kelompok sosial tertentu atau pendapat politik, yang berada di luar negara dari kebangsaannya dan tidak mampu atau, karena ketakutan tersebut, tidak ingin memperoleh perlindungan dari negara tersebut; atau orang yang, tidak memiliki kebangsaan dan berada di luar negara asalnya sebagai akibat dari suatu kejadian, tidak mampu, atau karena ketakutan tersebut, tidak ingin kembali ke negara tersebut. Status pengungsi membuat seseorang mendapat perlindungan dari negara lain atau entitas kemanusiaan internasional.
Sedangkan pencari suaka adalah pengungsi yang mengajukan perlindungan kepada negara lain yang statusnya belum ditentukan. Jadi pencari suaka adalah seseorang yang mengajukan diri sebagai pengungsi kepada negara lain di luar negara asalnya, namun masih menunggu keputusan dari negara tersebut mengenai statusnya. Digantung statusnya gitu...
Bicara mengenai pencari suaka, tentu sangat banyak contoh yang bisa diambil. Mulai dari para pengungsi Suriah di Eropa, manusia perahu di Australia hingga para jomblo pendamba cinta. Dengan tidak mengurangi rasa simpati saya terhadap perjuangan hidup para pencari suaka, saya akan menggunakan term pencari suaka ini untuk membahas para penggalau cinta, pengigau kasih sayang ini.
Buat kamu yang merasa terusir dari hati seseorang, tersiksa oleh sakit hati, terlunta-lunta di padang pengembaraan cinta, tentu sangat memahami apa arti sebuah tempat singgah yang nyaman dan prospektif bagi masa depan kalian.
Tempat baru yang menjanjikan harapan, peluang untuk menjalani masa depan yang lebih baik, sungguh sebuah tempat yang layak untuk kamu perjuangkan bukan?
Maka, tidak heran jika banyak dari kita yang bersusah payah menyeberangi lautan keras (mungkin persaingan keras), menerobos pagar-pagar perbatasan (mungkin juga perbatasan beda iman :P) hingga menggelandang di negeri orang (mungkin nginep di pom bensin demi mengunjungi pujaan hati yang di luar kota). Semua itu demi meraih kenyamanan baru yang menjanjikan. Bukankah perjuangan itu memang keras Bung?
Sebagai pencari suaka, statusmu memang menggantung. Diterima tidaknya dirimu sebagai pengungsi di hatinya tentu akan terkait dengan banyak pertimbangan. Apalagi usia sudah tidak lagi belasan, pertimbangan akan semakin banyak.
Beberapa negara, seperti Jerman, menghendaki pencari suaka memiliki keterampilan untuk mengisi kebutuhan industrinya yang dilanda penurunan tenaga kerja lokal. Demikian pula dengan kamu, harus punya sesuatu (kalau bisa banyak) yang menjanjikan juga buat negara yang kamu tuju.
Statusmu sebagai pencari suaka juga harus jelas. Jangan sampai kamu hanya memanfaatkan perhatian seseorang untuk menerimamu, padahal kamu sudah punya pasangan, apalagi pasangan yang sah, nah lo! Status yang menggantung dari mantanmu juga harus kamu perjelas. Tegaskan bahwa dirimu memang sudah tidak ingin kembali ke negaramu yang dulu. Jangan sampai kamu ditolak imigrasi karena asal-usul mu tidak memenuhi kriteria sebagai pencari suaka. Jangan-jangan dia menganggapmu cuma cari kesempatan mumpung lagi dekat diembat.
Jangan pula memaksakan diri untuk mencari suaka di negara yang telah (merasa) kelebihan kuota pengungsi. Sebuah negara yang sangat welcoming terhadap pengungsi dengan segala pesonanya tentu akan terus menarik banyak pengungsi untuk masuk. Seorang yang sangat menarik tentu akan memiliki banyak pencari suaka yang rela antre untuk dilayani mendapat kasih sayangnya. Jika dia sudah demikian, tinggalkanlah saja, apalagi dia sudah memiliki pengungsi yang sah di hatinya. Meskipun tampaknya dia seseorang yang hangat dan asyik, jelas dia tipe bunga penarik kumbang dan termasuk fasilitas publik. Masih mau? Belum lagi jika dia sudah memiliki pengungsi yang sah, silakan jika mau jadi perusak rumah tangga orang. Toh jikalau dipaksa, seperti Swedia, dia bisa menolak pencari suaka baru. Entah karena sudah insaf atau pasangannya ngancem cerai.
Statusmu sebagai pencari suaka tentu mengakrabkanmu dengan kerapuhan. Posisi tawarmu yang rendah (baca: labil) bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan dari situasimu. Kisah para pencari suaka yang dimanfaatkan oleh jaringan penyelundup manusia perlu menjadikan waspada. Orang-orang seperti para predator jomblo yang hobi memanfaatkan kerapuhanmu demi kebutuhan lahir batin sangat banyak bertebaran. Pun pula teman yang berlagak menghibur padahal cuma pengen ditraktir makan dan diajak jalan-jalan, poles wae anune.

Jadi, jika kamu mengklaim diri sebagai pihak yang tertindas masa lalu dan ingin kehidupan baru yang penuh harapan di tahan terjanji, saya menyarankan hal-hal berikut:

  • Perjelas statusmu dan lengkapi persyaratan sebagai pencari suaka
  • Cari "negara" yang kemungkinan besar dapat menerimamu (pertimbangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat sebuah hubungan jangka panjang misalnya)
  • Jadilah pencari suaka yang berkualitas, tunjukkan relevansimu bagi negara tujuanmu.
  • Waspada terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan para pencari suaka sepertimu untuk kepentingan mereka
  • Sabar dan nikmati prosesnya, when life give you lemons, make lemonade out of it (kalau kamu dikasih belimbing wuluh, buat aja sayur asem)




Persona non grata adalah istilah dalam bahasa latin yang digunakan dalam kancah diplomasi internasional. Secara harfiah berarti seseorang yang tidak diterima (an unwelcomed person). Dalam dunia diplomasi, status ini sangatlah serius, Seorang diplomat yang dikenai status persona non grata oleh suatu negara akan dicabut kekebalan diplomatiknya di teritori negara tersebut. Dengan kata lain, dia harus ditarik oleh negara pengirim atau dinyatakan bukan lagi bagian dari korps diplomatik negara asalnya.
Deskripsi singkat di atas kiranya membuat saya tertarik untuk menganalogikan pupusnya sebuah hubungan dengan istilah persona non grata, dari sudut pandang maskulin, secara guwe cowok maskulin gityu cyiin.
Powered by Blogger.