Breaking Bad: Transformasi dalam Bayang Keterpurukan

/
0 Comments


Walter White (kiri) dan Jesse Pinkman
Apa yang dilakukan seseorang jika dirinya didiagnosa dengan penyakit yang tampaknya begitu lekat dengan maut? Kanker misalnya. Terkejut, sedih, bingung, putus asa atau tegar dan tetap menjalani hidup seperti biasa? Banyak kisah para penderita kanker yang dapat kita simak. Banyak dari kisah itu yang inspiratif karena memuat perjuangan tak kenal lelah untuk bertahan dan berusaha menyintas kanker. Breaking Bad, sebuah serial televisi di jaringan AMC yang tayang dari tahun 2008-2013, berangkat dari kisah seorang penderita kanker. Serial ini tidak akan membawa kita terharu-biru atau membuncah harapan. Kisah yang disajikan oleh Vince Gilligan dalam Breaking Bad jauh dari premis yang biasa kita terima dari cerita seorang penderita kanker.

Dikisahkan tokoh utama adalah Walter White (diperankan dengan sangat apik oleh Bryan Cranston), seorang guru kimia di sebuah High School (setara SMA) di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat (AS). Walter White merupakan seorang jenius kimia yang ikut mendirikan cikal bakal raksasa industri kimia Gray Matter dan menjadi tim yang membantu memenangkan Nobel Kimia pada 1985. White meninggalkan perusahaan rintisannya secara mengejutkan dan memilih hidup sebagai seorang guru kimia biasa. Kehidupannya datar-datar saja dengan seorang istri dan seorang anak laki-laki penderita cerebral palsy.
Kehidupan Walter White berubah drastis ketika dia mendadak pingsan saat bekerja paruh waktu di sebuah car wash demi menambah penghasilan. Dia kemudian didiagnosa menderita kanker paru-paru tingkat III yang kemungkinan didapatnya karena banyak menghirup bahan kimia saat bekerja di laboratorium. Seketika hidupnya begitu sesak oleh masalah. Bayangan pengobatan kanker yang mahal segera muncul menambah beban ekonomi keluarganya. Istrinya, Skyler White (diperankan oleh Anna Gunn) tidak bekerja karena mengurus rumah dan Walter Jr. (diperankan oleh aktor dengan cerebral palsy, RJ Mitte)  yang butuh perhatian lebih. Keluarga itu, seperti keluarga kebanyakan di AS, juga dibelit hutang, terutama cicilan rumah (mortgage). Belakangan diketahui bahwa Skyler tengah mengandung anak kedua yang tidak direncanakan sebelumnya.
Di usianya yang menginjak 50 tahun, White dihadapkan pada bayangan suram masa depan keluarganya. Dia tidak bisa menjamin masa depan finansial istri dan anak-anaknya kelak dengan kondisinya saat ini. Di tengah kegalauannya itu dia bertemu dengan bekas muridnya yang tidak pandai kimia, Jesse Pinkman (diperankan oleh Aaron Paul) yang kini jadi pengedar narkoba jenis crystal methamphetamine  (meth kristal). White melihat banyak uang yang dapat dihasilkan dari bisnis kristal meth Jesse, yang dianggapnya masih berkualitas jelek. Maka, desperate times required desperate measures, dengan keahlian kimianya yang luar biasa, Walter White terjun menjadi produsen meth kristal kualitas wahid.
Jesse dan Walter tengah memproduksi kristal meth

Singkat cerita, Walter White dan Jesse Pinkman meraup untung besar dari meth kristal yang diproduksinya. Kualitas kristal meth nya yang begitu murni membuatnya jadi primadona pasaran. Walter pun menggunakan nama samaran "Heisenberg" untuk berkiprah di dunia narkotik. Kerjasama dan konflik dengan para 'pemain' besar narkotik membentuk alur cerita yang menarik. Penokohan dalam serial ini digarap dengan sangat baik hingga ke tokoh-tokoh pendukung. Seperti ipar Walter, Marie dan Hank Schrader yang juga seorang agen DEA (agensi federal pemberantas narkotik) hingga gembong narkotik Tuco Salamanca dan saingannya Gus Fring dengan enforcer nya yang dingin Mike Ehrmantraut dan seorang pengacara licik Saul Goodman.
Reputasinya sebagai produsen meth kristal terbaik di pasaran membuat Walter dan Jesse menjadi kaya raya. Apalagi ketika produknya berhasil menembus pasar Eropa melalui oknum di sebuah perusahaan multinasional. Namun, keputusannya masuk ke dunia hitam yang bergelimang harta justru menjerumuskan Walter, dan juga Jesse, ke dalam permasalahan-permasalahan yang pelik. Retaknya rumah tangga, intrik dengan mitra-musuhnya, menghindari penegak hukum, terutama iparnya sendiri yang mulai curiga terhadap aktivitas Walter. Uang yang menumpuk juga menjadi masalah tersendiri karena tidak bisa digunakan secara bebas tanpa mampu menunjukkan legalitas asal-usulnya. Hal ini mendorong Walter untuk mencari cara mencuci uangnya, mengingat dia hanya seorang guru kimia.
Jesse dan Walter dengan hasil produksinya kristal meth berwarna biru (blue ice) yang menjadi trademark mereka

Saking bagusnya cerita dan penokohan dalam Breaking Bad, Vince Gilligan sampai membuat serial prequel yang fokus pada tokoh Saul Goodman dalam Better Call Saul. Serial spin off dari AMC ini juga memunculkan tokoh lain seperti Mike Ehrmantraut hingga season keduanya yang baru saja selesai.Saking bagusnya cerita dan penokohan dalam Breaking Bad, Vince Gilligan sampai membuat serial prequel yang fokus pada tokoh Saul Goodman dalam Better Call Saul. Serial spin off dari AMC ini juga memunculkan tokoh lain seperti Mike Ehrmantraut hingga season keduanya yang baru saja selesai. (akan saya ulas di tulisan lain)
Mike Ehrmantraut dan Saul Goodman dalam Better Call Saul
Tentu pencipta serial ini dan saya sendiri tidak mengharapkan seseorang terinspirasi untuk melakukan kejahatan karena faktor kepepet seperti di Breaking Bad. Serial ini hanyalah sebuah hiburan mengenai drama kehidupan yang disajikan begitu nyata dan menggelitik dengan tokoh utama seorang penderita kanker. Breaking Bad memberikan kita gambaran bahwa permasalahan pelik dalam hidup tidak harus membuat kita terpuruk. Walter White memilih untuk menghadapinya dengan tegar dan berani (nekat). Meski kita tahu pilihan yang diambil Walter adalah salah, serial ini mampu membuat kita berempati kepadanya.
Pada akhirnya Walter bertransformasi dari seorang guru sederhana menjadi gembong narkotik yang kaya raya untuk kemudian hidupnya hancur. Dalam akhir pelariannya, Walter meninggalkan sisa kekayaannya untuk putranya yang membencinya dan putrinya yang tak pernah mengenalnya. Istrinya meninggalkannya sesuai kehendak Walter agar keluarganya tidak dikaitkan dengan kejahatannya. Dalam kondisi sekarat karena kanker, Walter membebaskan Jesse dari cengkeraman bandar narkotik yang memaksanya memproduksi meth kristal sesuai resep Walter. Kelompok itu pula yang telah membunuh ipar Walter, Hank, karena menolak menyerahkan Walter kepada mereka. Heisenberg pun membinasakan kelompok kriminal itu dan kemudian menghembuskan nafas terakhir di laboratorium meth milik kelompok tersebut. Sebuah akhir tragis namun melegakan, "Felina"!
Bagi kamu yang belum pernah nonton serial ini, pastikan masukkan Breaking Bad ke dalam agenda nonton mu. DVD dan Bluray nya sudah banyak beredar kok. Atau kalau pengen ngirit ya download video bajakannya. 




You may also like

No comments:

Powered by Blogger.