Persona non grata di hatimu

/
1 Comments

Persona non grata adalah istilah dalam bahasa latin yang digunakan dalam kancah diplomasi internasional. Secara harfiah berarti seseorang yang tidak diterima (an unwelcomed person). Dalam dunia diplomasi, status ini sangatlah serius, Seorang diplomat yang dikenai status persona non grata oleh suatu negara akan dicabut kekebalan diplomatiknya di teritori negara tersebut. Dengan kata lain, dia harus ditarik oleh negara pengirim atau dinyatakan bukan lagi bagian dari korps diplomatik negara asalnya.
Deskripsi singkat di atas kiranya membuat saya tertarik untuk menganalogikan pupusnya sebuah hubungan dengan istilah persona non grata, dari sudut pandang maskulin, secara guwe cowok maskulin gityu cyiin.

Persona non grata dalam hubungan percintaan bisa berarti pasanganmu sudah tidak menginginkan dirimu lagi. Sudah muak, enek atau bosan saja. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berdasarkan Artikel 9 Konvensi Vienna mengenai Hubungan Diplomatik, sebuah negara dapat mengenakan status persona non grata kepada seorang diplomat negara lain pada saat apapun tanpa harus menjelaskan alasan keputusan tersebut. Jadi, jangan heran jika seseorang yang spesial tiba-tiba memutuskan hubungan asmara denganmu tanpa memberikan alasan jelas!

Mungkin selama ini kamu mendapat kekebalan diplomatik, entah itu penampilan fisik, duit ataupun kehebatanmu dalam percintaan, yang membuatmu tetap diterima di hatinya. Namun, meski kamu kekebalan diplomatik, berdasarkan Artikel 41 dan 42, seorang dilomat harus menghormati aturan hukum nasional dan aturan-aturan yang berlaku di negara tersebut. Pelanggaran terhadapnya dapat membuat seorang diplomat dikenai status persona non grata. Jadi bisa dianalogikan jika kamu gagal menjaga perasaannya, dia bisa menjatuhkan status persona non grata kepadamu!

Jadi semua salah guweh? Mungkin.

Sebuah negara juga menggunakan status persona non grata untuk mengusir diplomat yang terlibat aktivitas spionase (aktivitas yang tidak sesuai dengan status diplomatik) atau kejahatan serius seperti perdagangan narkoba. Jika kamu merasa telah mengkhianati cintanya, apalagi menyeleweng dengan sahabatnya, maka pantaslah dirimu dikenai status orang yang tidak dikehendaki lagi.
Protes massa di depan Kedubes Turki di Kairo, Mesir circa 2013

Status itu juga bisa dijatuhkan sebagai instrumen diplomatik untuk menunjukkan kekecewaan (displeasure) sebuah negara terhadap negara lain. Contoh nyatanya adalah pengusiran duta besar suatu negara seperti yang dilakukan Mesir kepada duta besar berkuasa penuh (Ambassador) Turki pada tahun 2013 karena dukungan Turki terhadap Presiden tersingkir Mohammad Morsi. Dengan demikian, mungkin pernyataan pasanganmu bahwa dirimu tidak diinginkan lagi adalah sebuah instrumen diplomatik. Mungkin dia minta diseriusin karena orang tuanya sudah pengen nggendong cucu. It's a trap bro! Jika kamu salah menilai situasi, bisa jadi ambyar se-ambyar-ambyarnya. Ditambah lagi, pengusiranmu dari kehidupannya bukan berarti tidak ada hubungan lagi sama sekali bukan? Karena berdasarkan hirarki diplomatik, jika duta besar berkuasa penuh diusir, hubungan kedua negara masih bisa dijalin melalui tataran diplomatik di bawahnya, seperti kuasa usaha (Chargé d'affaires) dan seterusnya. Artinya, meski kamu diusir dari hatinya, tetap ada sarana komunikasi untuk menjalin silaturahmi, dan sedikit harapan untuk balikan lagi, pfff cihh! Mungkin dia cuma ingin kalian jalani hidup sebagai diri sendiri dulu, memantaskan diri dan sebagainya. Mungkin dia ingin memberikanmu lecutan keras untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meski kelak kalian tetap tidak ditakdirkan bersama lagi, hiks...

Beda artinya jika hubungan diplomatik sudah sedemikian runyam sehingga terjadi pemutusan hubungan diplomatik sama sekali. Contoh yang baru saja terjadi adalah pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap Iran menyusul protes anarkistis yang menyasar Kedubes Arab Saudi di Tehran. Jika hubunganmu dengannya sudah sedemikian runyam, misal ada orang ketiga, sering cekcok, beda prinsip dan bapakmu suka makan beng-beng langsung sementara bapaknya suka beng-beng dingin, yaa salam deh. Sudah sedemikian parah adanya sehingga timbul nuansa permusuhan yang hebat.

Sudah, jangan terlalu dipikirkan statusmu sebagai persona non grata baginya. Mungkin saat ini itulah yang terbaik bagi dirimu dan bagi dirinya. Mungkin juga saat ini yang nulis sedang mencoba merangkai serpihan hatinya yang remuk, menghimpun semangat hidup dan bersiap berlari meraih mimpi, meski tanpa dirinya, pfff...


You may also like

1 comment:

Powered by Blogger.